PERINGATAN MILAD PUI KE-108 "Menguatkan Gerakan Islah, Menuju Indonesia Emas 2045"

Hendriansah
0

Keluarga besar Persatuan Ummat Islam (PUI) Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Gerakan Islah di Milad ke-108: Menjemput Indonesia Emas dengan Sabar dan Sholat

KIM Cyber Calingcing, SUKARATU, TASIKMALAYA – Keluarga besar Persatuan Ummat Islam (PUI) Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan peringatan Milad PUI ke-108 yang dirangkaikan dengan Isro’ Mi’raj dan Santunan Yatim Piatu. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Pondok Pesantren Darul Falah, Kecamatan Sukaratu, pada Senin (22/12/2025).

​Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang khidmat, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Ahmad Rifai. Semangat perjuangan organisasi kemudian dibangkitkan melalui pembacaan Intisab PUI yang dipimpin oleh Ustadz Deni, dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil untuk para muassis (pendiri) PUI yang dipimpin oleh Ustadz Iwa.

​Dalam sambutannya, Ketua DPD PUI Kabupaten Tasikmalaya, KH. Dede Sholahudin, menyatakan bahwa PUI harus terus menjadi pelopor perbaikan di tengah masyarakat. Hal senada disampaikan oleh perwakilan DPW PUI Jawa Barat yang menekankan pentingnya sinergi struktur organisasi dalam mengawal visi Indonesia Emas 2045.

Aksi Nyata Sebelum Tausyiah

Penyerahan Santunan Yatim piatu 

Sebelum memasuki acara inti tausyiah, panitia melaksanakan Santunan Yatim Piatu. Penyerahan santunan ini dilakukan secara simbolis oleh jajaran pengurus DPD dan DPW kepada puluhan anak yatim. Momen haru menyelimuti lokasi acara saat doa-doa dipanjatkan bersama para yatim, sebagai bentuk nyata dari penguatan gerakan Islah yang menyentuh langsung aspek sosial masyarakat.

Intisari Tausyiah KH. Yamin Hambali

KH. Yamin Hambali, M.Pd. memberikan tausiyah

Setelah prosesi santunan selesai, acara dilanjutkan dengan tausyiah oleh KH. Yamin Hambali, M.Pd. Beliau mengulas sejarah panjang PUI yang kini menyentuh angka 108 tahun. Menurutnya, bertahan di usia tersebut bukanlah hal yang mudah karena begitu banyak cobaan yang silih berganti.

​"Perjalanan 108 tahun ini adalah perjalanan penuh ujian. Namun, ada dua penguat kuncinya: Sabar dan Sholat, kemudian Sholat dan Sabar," tegas KH. Yamin. Beliau berpesan agar seluruh kader tidak pernah meninggalkan dua kunci tersebut dalam menghadapi dinamika zaman, demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045 yang penuh keberkahan.

Shofia cahaya bangsa, wanita PUI dan HIMA PUI Kab. Tasikmalaya 

​Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini pun diakhiri dengan mushafahah (bersalam-salaman) dan komitmen bersama untuk terus membumikan gerakan Islah di Kabupaten Tasikmalaya.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default